Shwedagon Paya, Salah Satu Daya Tarik Negeri Sejuta Pagoda
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Shwedagon Paya atau juga populer dengan sebutan pagoda emas, merupakan pagoda setinggi 98 meter yang seluruh bagiannya berlapiskan emas. Dimana sebanyak 13.153 batang emas dibagian atas dan 8688 batang emas untuk melapisi bagian bawah. Terletak di Kota Yangon, Myanmar, atau lebih tepatnya di sebelah bara Danau Kandawgyi, Buit Singuttara, merupakan bangunan religi yang mendominasi pemandangan Kota Yangon. Pagoda umat Budha ini dikenal sebagai pagota paling suci di negaranya. Hal ini dikarenakan adanya relik Buddha terdahulu yang tersimpan di dalamnya, berupa tongkat Kakusandha, saringan air Konagamana, sepotong jubah Kassapa, dan delapan helai rambut yang dipercaya sebagai milik Siddharta Gautama.
Selain dilapisi emas, ternyata bagian atas pagoda Shwedagon Paya bertahtakan sekitar 2.317 batu ruby dan 5.448 berlian, dengan berlian terbesarnya berupa berlian 72 karat, yang terletak dibagian paling atas, sebagai titik tertinggi pagoda ini. Pagoda ini sendiri dibangun oleh orang-orang Mon antara tahun 6-10 Masehi. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa Shwedagon Paya telah ada sejak 2.600 tahun yang lalu. Jika awal mula keberadaan pagoda ini benar adanya, maka bisa disebut bahwa pagoda megah ini merupakan salah satu pagoda tertua di dunia.
Pagoda Emas ShweDagon Paya, Dibangun Di Lahan Yang Sangat Luas
Letak pembangunan pagoda suci ini berada di lahan seluas 114 hektar, yang pada umumnya didominasi warna emas di setiap ratusan pagoda yang ada disana. Memang sacara khusus kawasan ini merupakan situs ibadah masyarakat Myanmar, namun karena keindahan dan kemegahannya, area sputar pagoda Shwedagon Payan merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat diminati oleh para wisatawan manca negara. Karena pada dasarnya, kebanyakan wisatawan tersebut berkunjung untuk menyaksikan dan mempelajari secara langsung kemegahan kuil emas melalui sejarah yang tersimpan di dalamnya.
Daya tarik pagoda emas Shwedagon Paya dimalam hari - Dokumentasi DetikTravel
Ada satu hal yang sangat unik tentang pagoda Shwedagon Paya ini, yaitu pagoda ini adalah pagoda Budha, namun masyarakat Myanmar masih menggunakan perhitungan-perhitungan hindu berdasarkan hari lahir. Karena jika mereka akan melakukan prosesi ibadah, mereka akan memasuki pagoda yang sesuai dengan hari lahirnya. Untuk memasuki Shwedagon Paya, disana terdapat empat pintu masuk. Dan pintu Timur serta pintu Selatan merupakan tempat para pedagang souvenir, buku, dan peralatan ibadah. Ada satu aturan dimana kita harus melepas alas kaki ketika kita memasuki area Shwedagon Paya. Selain itu juga, kita diharuskan untuk mengenakan pakaian yang sopan.
Aktifitas ibadah umah Budha di Shwedagon Paya - Dokumentasi DetikTravel
Biaya Memasuki Pagoda Shwedagon Paya
Bagi para wisatawan, untuk memperoleh akses masuk kita diwajibkan untuk membeli tiket, yang harganya sekitar 8.000 Kyat atau sekitar 8 dolar Amerika. Dengan biaya masuk sebesar itu, sudah tergolong sangat murah. Dan tentunya pengalaman yang akan kita peroleh akan sangat bernilai, mengingat Shwedagon Paya adalah salah satu pagoda yang paling banyak peminat dari berbagai negara.
Shwedagon Paya yang begitu mempesona - Dokumentasi Tripadvisor.com.sg
Kampus STIPRAM (Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo) Yogyakarta Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta berdiri tahun 2001 dengan nama waktu itu AKADEMI PARIWISATA AMBARRUKMO (AKPRAM) Yogyakarta. Saat itu AKPRAM mempunyai program studi tunggal yaitu Program Studi Perhotelan, dengan jurusam Perhotelan UNTUK JENJANG diploma tiga (D-3). Tahun 2004, AKPRAM telah memperoleh Akreditasi dari BAN-PT dengan nilai B dan seiring dengan pesatnya perkembangan pariwisata di Indonesia maka pada awal tahun 2008, pariwisata telah di syahkan pemerintah sebagai suatu KEILMUAN dan tidak menebeng pada rumpun ilmu yang lain. Maka pada tahun 2008, AKPRAM meningkat status menjadi SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO (STIPRAM) dengan menambanh program studi Hospitality jurusan Hospitality untuk jenjang STRATA-SATU (S1). Seiring dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap STIPRAM, maka Akreditasipun meningkat menjadi A baik untuk program studi Perhotelan maupun Hospitality/ Pariwis...
Karimunjawa adalah gugusan pulau-pulau yang berada di Laut Jawa yang masih masuk ke dalam wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Wilayahnya terbagi menjadi dua kawasan, yaitu kawasan daratan dengan total luas mencapai 1.500 hektar, dan kawasan perairan dengan luas kurang lebih 10.000 hektar. Gradasi warna di perairan pantainya merupakan pesona tersendiri yang menarik bagi para wisatawan. Khususnya bagi mereka para penghobi snorkeling ataupun olahraga menyelam. Gugusan pulau di Karimunjawa terdiri dari 27 pulau, beberapa pulau besar diantaranya adalah pulau berpenghuni, sedangkan selebihnya yang berupa pulau besar dan pulau-pulau kecil, merupakan pulau tak berpenghuni yang masih terjaga kealamiannya. Pesona Karimunjawa - Dokumentasi Benny Ariyanto YouTube Channel Sejak Maret 2001, Karimunjawa oleh Pemerintah Kabupaten Jepara telah ditetapkan sebagai Taman Nasional. Selain dikenal sebagai habitat asli terumbu karang, Karimunjawa juga merupakan tempat tumbuhnya hutan bakau, hutan pa...
Jika di Kalimanatan Timur kita bisa mengunjungi Bukit Bangkirai yang menyuguhkan ekowisata berupa keindahan hutan tropis yang sangat memukau dengan Canopy Bridge nya sebagai wahana andalan, maka apabila kita pergi ke wilayah Kepulauan Riau, kita akan disuguhkan keindahan alam pesisir. Yaitu Bintan Mangrove, yang merupakan kawasan ekowisata yang saat ini sedang naik daun dikalangan keluarga maupun anak muda yang suka bertualang di alam bebas. Kondisi yang masih asri serta keberadaan beberapa hewan-hewan yang bisa kita jumpai disana mungkin menjadi salah satu alasan kenapa tujuan wisata ini begitu banyak peminatnya. Keindahan Vegetasi Hutan Mangrove Bintan - Dokumentasi MrKesavaraj YouTube Channel Objek ekowisata ini berada di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, atau lebih tepatnya berada di sepanjang aliran sungai Sebong yang membelah kawasan Kampung Lagoi dan Desa Sebong Lagoi. Keberadaan vegetasi yang masih lestari terjaga memang menjadi daya tarik tersendiri wilayah ini. Karena daya ...
Komentar
Posting Komentar